IMPLEMENTATION OF WATERFRONT MANAGEMENT POLICY BASED ON MAYOR REGULATION NO. 26 OF 2019 CONCERNING THE MANAGEMENT AND SUPERVISION OF WATERFRONT AREAS IN THE CITY OF PONTIANAK
Main Article Content
Yula Pratara
S.Y. Pudjianto
Jumadi
This thesis examines the implementation of the Waterfront Management Policy in Pontianak City based on Mayoral Regulation Number 26 of 2019. The study uses a qualitative approach with Marilee S. Grindle's policy implementation theory, which examines the policy content and the context of its implementation. The findings indicate that the policy implementation has not fully complied with regulations, mainly due to the absence of a mechanism for enforcement against violating street vendors, resulting in the Waterfront facilities being widely used for selling. In addition, budget limitations due to efficiency policies have an impact on supervision. Another obstacle arises from vendors' resistance to relocation, which is based on customary land claims. Suggestions include revising the Mayoral Regulation by adding an article on street vendor enforcement, implementing an efficient operating scheduling system, and holding a dialogue forum between the government, the community, and stakeholders to support more effective policy implementation.
Anwar, S. (2004). Sendi-sendi hukum administrasi negara. Glora Madani Press.
Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik (Edisi revisi). PT Rineka Cipta.
Badan Pusat Statistik Kota Pontianak. (2024). Kota Pontianak dalam angka 2024. https://pontianakkota.bps.go.id/id/publication/2024/02/28/dc35f87750e786900eda55be/kota-pontianak-dalam-angka-2024.html
Bruttomesso, R. (2001). Waterfronts: A new frontier for cities on water. International Centre Cities on Water.
Engkus, E. (2022). Kebijakan publik: Konsep, formulasi, implementasi dan evaluasi serta pembaruan. PT Kimshafi Alung Cipta.
Hoyle, B. S. (2000). Global and local change on the waterfront: The role of waterfront redevelopment in urban regeneration. Land Use Policy, 17(4), 285–292.
Husaini, U. (2008). Manajemen. Bumi Aksara.
Indonesia. (2007). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68.
Kamelia, R. (2023). Profil Kota Pontianak: Sejarah, geografis, peta dan iklim. https://eprints.undip.ac.id/43445/4/Bab-4.pdf
Lesil, S. M. (2016). Pontianak Waterfront City sebagai wisata ruang terbuka publik. Jurnal …
Pemerintah Kota Pontianak. (2013). Peraturan Daerah Kota Pontianak Nomor 2 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Pontianak Tahun 2013–2033.
Pemerintah Kota Pontianak. (2019). Keputusan Wali Kota Pontianak Nomor 496/D-PRKP/2019 tentang Pembentukan Tim Pelaksana Penataan dan Pengawasan Kawasan Daerah Waterfront Kota Pontianak.
Pemerintah Kota Pontianak. (2019). Peraturan Wali Kota Pontianak Nomor 26 Tahun 2019 tentang Penataan dan Pengawasan Kawasan Daerah Waterfront Kota Pontianak.
Rahmadi. (2011). Pengantar metodologi penelitian. Antasari Press.
Rijali, A. (2018). Analisis data kualitatif. Jurnal Alhadharah, 17(33), 94–102.
Sahir, S. H. (2022). Metodologi penelitian. Penerbit KBM Indonesia.
Saleh, S. (2017). Analisis data kualitatif. Pustaka Ramadhan.
Siagian, S. P. (2013). Manajemen sumber daya manusia. Bumi Aksara.
Sugiyono. (2013). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sujarweni, V. W. (2018). Metode penelitian bisnis dan ekonomi. Pustaka Baru Press.
Takwim, T. (2020). Implementasi kebijakan penataan kawasan pesisir dalam mewujudkan pembangunan berbasis waterfront city di Kota Bau-Bau Provinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 3(1). https://doi.org/10.37329/ganaya.v3i1.427
Waruwu, M. (2023). Pendekatan penelitian pendidikan: Metode penelitian kualitatif, metode penelitian kuantitatif dan metode penelitian kombinasi (mix method). Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1), 2896–2910.
Zain, I. A. A. (2022). Arah penataan dan pengembangan konsep waterfront city pada objek wisata Pantai Soge Pacitan. Journal Economics and Strategy, 3(1), 70–85. https://doi.org/10.36490/jes.v2i2.296















