IDENTIFICATION OF CULTIVATION MANAGEMENT AND ABIOTIC COMPONENTS IN PEOPLE’S NUTMEG PLANTATIONS IN SOUTH ACEH REGENCY
Main Article Content
Muhammad Afrillah
Yuliatul Muslimah
Sumeinika Fitria Lizmah
Dewi Junita
Evi Julianita Harahap
Nutmeg is the leading commodity of South Aceh plantations. Cultivation management and environmental factors have an impact for optimal production. The aim of this research is to identify management and abiotic components in people's nutmeg plantations in South Aceh Regency. The methods used are interviews and direct observation on nutmeg plantation using purposive sampling to collect data of abiotic components. Location was recommended by Department Agriculture of Aceh Selaan Regency. The research parameters consist of management aspects of nutmeg cultivation and abiotic components. The results show that the average nutmeg land area is ≤1 ha, the planting pattern is agroforestry, and the planting distance is 5 x 5 m. The nutmeg seeds used are sourced from farmers' own propagation through generative propagation. On average, 50.66% of farmers do not fertilize, while the rest fertilize using NPK fertilizer (42.68%) in a spread at a dose of 1 kg/plant, and around 6% use organic fertilizer. The altitude ranges from 2.6-27.2 meters above sea level, the light intensity is 207.6-832.6 cd, the temperature is between 27.8oC-30.9 oC, and the humidity is 61-80%. The pH value is between 6.8-7, soil water content 21.78-65.52%, Nitrogent 0.10-0.43%, Phosfor 0.48-19.35, and Kalium 0.26-2.75%. In conclusion, the management of nutmeg cultivation in South Aceh Regency is still not optimal, such as planting distance, fertilization and seeding. Meanwhile, from the abiotic environmental aspect, such as light, soil pH and humidity are suitable for the growth of nutmeg. Agroforestry effects of water content and NPK elements in nutmeg plantations.
Afrillah, M., Junita D., Ariska, N., Siregar, M. P. A., & Suaidi. (2023). Growth And Production Response Of Three Cucumber Varieties To Liquid Organic Fertilizer Of Coconut Coir. In E3S Web of Conferences (Vol. 373). EDP Sciences
Anwar, S. (2012). Pola Tanam Tumpangsari. Surabaya, Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBP2TP) Agroekoteknologi, Litbang Deptan.
Ariandi, E.A., Duryat, D., & Trio, S. (2018). Berbagai Kelas Intensitas Cahaya Matahari Di Desa Batu Keramat Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus. Jurnal Sylva Lestari. 6(1): 24-31.
Azmi, E. N. (2019). Dinamika Temperatur Dan Kelembaban Tanah Serta Dampaknya Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kopi Dalam Sistem Agroforestri. [Skripsi]. Malang: Universitas Brawijaya.
Dhalimi, A. (2006). Pengaruh Dosis Dan Cara Peletakan Pupuk Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kayu Manis (Cinnamomum burmanii ROBX). Jurnal Littri. 12 (3): 98-102.
Dhika, D. & Rina, E. (2014). Pengaruh Tingkat Naungan Yang Berbeda Terhadap Karakter Pertumbuhan Dan Biomassa Tanaman Bawang Dayak. Journal Hort Indonesia. Vol 11(3), pp: 221-230
Direktorat Jenderal Perkebunan. (2019). Statistik Perkebunan Indonesia Komoditas Pala Tahun 2018-2020. Jakarta, Direktorat Jenderal Perkebunan.
Djaenudin, D. H. M. H. S., Hidayat, A., & Suhardjo, H. (2003). Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan Untuk Komoditas Pertanian. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. 154 hal.
Drazat. (2007). Meraup Laba dari Pala. Jakarta, Agromedia Pustaka.
Hafif, B., Mawardi, R., & Utomo, J. S. (2017). Analisis Karakteristik Lahan Dan Mutu Biji Pala (Myristica fragrans Houtt) Daerah Lampung. Jurnal Littri 23(2) Hlm. 63-71.
Handayanto, E., Muddarisna, N., & Fiqri, A. (2017). Pengolahan Kesuburan Tanah. Malang, Universitas Brawijaya Press.
Herawati, M. S. (2015). Kajian Status Kesuburan Tanah di Lahan Kakao Kampung Klain Distrik Mayamuk Kabupaten Sorong. Jurnal Agroforestri. 10: 201-208.
Jayadi, E. M. (2015). Ekologi Tumbuhan. Cetakan Pertama. Mataram, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram. p1-126.
Katiandagho, T. M., & Pangemanan, L. R. J. (2019). Sikap Petani Pala Pada Kegiatan Pemeliharaan Tanaman Pala Di Desa Kauditan Ii Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara. Agri-Sosioekonomi, 15(2), 347-354.
Khalif, U., Utami, S. R., Kusuma, Z. (2014). Pengaruh Penanaman Sengon (Paraserianthes falcataria) Terhadap Kandungan C dan N Tanah di Desa Slampangrejo, Jabung, Malang. Jurnal Tanah dan Sumber Daya Lahan. 1 (1): 9-15.
Lawalata, M., Thenu, S. F. W., & Tamaela, M. (2017). Kajian Pengembangan Potensi Perkebunan Pala Banda Di Kecamatan Bandaneira Kabupaten Maluku Tengah. Agrilan: Jurnal Agribisnis Kepulauan. 5(2), 132–150.
Lukitasari, M. (2021). Pengaruh Cahaya Matahari Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L). Prosiding Seminar Nasional Biologi, Vol 1(1), pp: 587–592.
Mahrizal. (2013). Distribution Of Arbuscular Mycorrhizal Fungi Spores In Soils Of Smallholder Agroforestry And Monoculture Cocoa Systems In Southwestern Ethiopa. Biol. Fertil. Soils. 44: 663-659.
Mudhar, M. H. I. A., Rohman, F., Tamalene, M. N., Nadra, W. S., & Daud, A. (2018). Keanekaragaman Tumbuhan Rempah Dan Pangan Unggulan Lokal. Universitas Negeri Malang: IKIP Malang.
Nazir, M., Muyassir, M., & Syakur, S. (2017). Pemetaan Kemasaman Tanan dan Analisis Kebutuhan Kapur di Kecamatan Keumala Kabupaten Pidie. J. Ilm. Mhs. Pertan. 2 (1): 21–30. doi: 10.17969/jimfp.v2i1.2149.
Novia, W., & Fajriani. (2021). Analisis Perbandingan Kadar Keasaman (pH) Tanah Sawah Menggunakan Metode Kalorimeter dan Elektrometer di Desa Matang Setui. Jurnal Hadron. 3 (1): 10-12.
Patty, Z., Dilago, Z., & Kastanja, A. Y. (2023). Pelatihan Perbanyakan Tanaman Pala Secara Generatif Di Desa Soatabaru, Galela Barat. GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 111-119.
Perkasa, A. Y., Siswanto, T, Shintarika, F., & Aji, T. G. (2017). Studi identifikasi stomata pada kelompok tanaman C3, C4, dan CAM. Jurnal Pertanian Presisi. 1(1): 59–72.
Polakitan (2004). Evaluasi PHBM Dengan Sistem Agroforestri Berbasis Kakao Melalui Pendekatan Ekosystem Managements. [Tesis] Program Studi Megister Ilmu Lingkungan Universitas Padjadjaran.
Rahmah, S., Yusran, Umar, H. (2014). Sifat Kimia Tanah Pada Berbagai Tipe Penggunaan Lahan Di Desa Bobo Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi. Warta Rimba. 2(1): 88-95.
Rako, S.D., Tambas, J. S. & Pakasi, C. B. D. (2023). Perkembangan Usahatani Pala Di Desa Wioi Kecamatan Ratahan Timur Kabupaten Minahasa Tenggara. Agri-Sosio Ekonomi Unsrat, Volume 19 Nomor 1, Januari 2023: 139–150.
Rehatta, H., Wattimena, A. Y. & Tupamahu, F. (2016). Kajian Produktivitas Tanaman Pala (Myristica sp.) di Kecamatan Kairatu Barat Kabupaten Seram Bagian Barat. Jurnal Budidaya Pertanian, 12(1), 51-54.
Suryadi, R. (2017). Strategi penelitian budidaya untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing pala. Perspektif: Review Penelitian Tanaman Industri, 16(1), 1-13.
Sutedjo, M.M. (2002). Pupuk dan Cara Penggunaan. Jakarta, Rhineka Cipta.
Tarigan, E.W. (2018). Penentuan Kadar Nitrogen (N), fosfor (P2O5), dan Kalium (K2O) pada Limbah Kopi sebagai Pupuk Organik. Diunduh dari repositori.usu.ac.id. [24 Juni 2018].
Tuamely, I., Riry J., & Leuwol, F.S. (2023). Evaluasi Kualitas Bibit Pala (Myristica fragrans Hout) di Desa Rumahkay Kecamatan Amalatu Kabupaten Seram Bagian Barat. Jurnal Hutan Pulau-Pulau Kecil, 7(2), 106-119.
Wahyu, Ijong, F.G. & Mandey, L.C. (2018). Process Meat Fruit Nutmeg With Type And Concentration Of Different Yeast State. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Pangan, 1(1), 16–22.
Wakim, M., Palijama, Z. D., Eirumkuy, E & Tupan, J. (2014). Katalog Pameran Budaya dan Sejarah Daerah Maluku. Ambon: Balai Pelestarian Nilai Budaya Ambon. P1-44.
Widayanti, E., Bintoro, A., & Duryat, D. (2020). Struktur Dan Komposisi Vegetasi Agroforest Pala (Myristica Fragrans) Di Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus Lampung. Jurnal Silva Tropika, 4(1), 229-240.
Word Agroforestry Centre (2015). Pedoman Budidaya Pala pada Kebun Campur. Bogor: Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Bekerja Sama dengan AGFOR Sulawesi.
Yamani, A. 2010. Analisis Kadar Hara Makro Dalam Tanah Pada Tanaman Agroforestri di Desa Tambun Raya Kalimantan Tengah. Jurnal Hutan Tropis. 11 (30): 37-46.















